Untuk seikat arloji yang mengikat tanganmu yang mulai lelah dan
lusuh, kutahu bebanmu...kutahu pundakmu kadang rapuh ketika mengingat
petuah ayah dan ibumu saat kau beranjak pergi....
aku terkadang
benci pada WAKTU, waktu yang tetap membuatku menunggu dibalik layar
ponsel tertera namamu meski hanya sekedar menyapa...
aahh..sayang..tidakkah
kau lihat detiknya terus mlaju, hingga menit akan bernjak, waktu akan
terbaca, hari esok pun akan kembali datang...tapi..sayang, kita masih
begini, masih saja berusaha menjajaki pikiran kita masing-masing...
jangan kau ingat-ingat lagi hal yang telah berlalu..lupaan sayang..lupakan...
Tidakkah kau lihat aku terkadang emosi pada WAKTU, hingga aku menyimpannya dibalik bantal dan mimpiku...
tdakkah kau juga bisa seperti itu...aku ingin sayang, aku ingin....
Aku hanya ingin waktu kemudian watu datang dengan detakan arlojimu,
Untuk seikat arloji yang mengikat WAKTUmu....
tidakkah
matahari pernah berjanji padamu ia akan terbit lagi keesokan
hari??tidakkah bulan berjanji ia akan menyabitmu dimalam hari??tidakkah
bintang pernah berjanji padamu ia akan gemerlapan agar matamu tetap
bercahaya....
Ahh, aku terkadang benci waktu, krena ia
sering membias senyumku, ia sering kali mmbuatku tak berarti
apa2...karena ia dengan egoisnya berlalu sayang....ia tak pernah peduli
aku masih belum melakukan ini dan itu, dan ia juga tak pernah
memaafkanku ketika aku ceroboh....
Ingatkah kau
sayang??ketika untuk menuntutmu untuk bkerja penuh??namun ia tak pernah
sdikitpun mendengar alasanmu mengapa kau tak sukses hari itu???
Sayang,
apa detak arlojimu bgitu kuat hingga aku bisa mendengarnya, aku
mendengar ia bercerita bahwa hari ini kau sedang dilanda peluh, keringat
tadi membasahi baju kaosmu, serta dadamu kian kurus....
Untuk seikat arloji yang mengikat lusuh tanganmu,,,
tahukah
kau sayang, ketika WAKTU kebali membuka mataku di pagi hari, semua
oarang mrasa bersmngat, merasa brkehendak, merasa berkuasa, tuntutan
yang haru dipenuhi....ada orag yang tersnyu bangga karena mungkin saja
hari itu adalah hari pertamanya bekerja di sebuah perusahaan, karna
mungkin hari itu ia kan berjalan-jalan keliling negeri, krena mungkin
hari itu ia akan dibelikan hape baru...
Tapi sayang, aku
biasa merasa sedih..sedih karena kemarin tidak ada yang bisa kulakukan,
tidak ada kebaikan dariku yang dapat membuat orang lain tersenyum, yang
terkenang hanyalah mereka cuma mengenal aku sbagai saudara, hari itu aku
kembali mengulangi keburukan, aku kmbali menginga tseluruh kesalahan
orang lain padaku, aku kembali tak melatih diriku untuk memaafkan orang
lain....aku tak kembali belajar tersenyum untuk setiap masalah yang
kuhadapi...
Sayang, aku sungguh benci pada waktu....
karena ia tru membuatku hampir melupakanmu, melupakamu sbagai orang yang pernah mengajariku arti senyuman...
Sayang..sayang,
meski kau tak nampak, meski kau tak ada dihadapanku, maukah kau
mengajariuku arti WAKTU, maukah kau mengajariku menganggap detakannya
sebagai kemajuan hidup....???
Ajari aku waktu, hingga waktu kan membuatku datang padamu karena KEBUTUHAN, bukan KEINGINAN...




Posting Komentar