Ns. Kidah Adzkaaunnisa

Untuk seikat arloji yang mengikat tanganmu yang mulai lelah dan lusuh, kutahu bebanmu...kutahu pundakmu kadang rapuh ketika mengingat petuah ayah dan ibumu saat kau beranjak pergi....
aku terkadang benci pada WAKTU, waktu yang tetap membuatku menunggu dibalik layar ponsel tertera namamu meski hanya sekedar menyapa...

aahh..sayang..tidakkah kau lihat detiknya terus mlaju, hingga menit akan bernjak, waktu akan terbaca, hari esok pun akan kembali datang...tapi..sayang, kita masih begini, masih saja berusaha menjajaki pikiran kita masing-masing...

jangan kau ingat-ingat lagi hal yang telah berlalu..lupaan sayang..lupakan...
Tidakkah kau lihat aku terkadang emosi pada WAKTU, hingga aku menyimpannya dibalik bantal dan mimpiku...

tdakkah kau juga bisa seperti itu...aku ingin sayang, aku ingin....
Aku hanya ingin waktu kemudian watu datang dengan detakan arlojimu,

Untuk seikat arloji yang mengikat WAKTUmu....
tidakkah matahari pernah berjanji padamu ia akan terbit lagi keesokan hari??tidakkah bulan berjanji ia akan menyabitmu dimalam hari??tidakkah bintang pernah berjanji padamu ia akan gemerlapan agar matamu tetap bercahaya....

Ahh, aku terkadang benci waktu, krena ia sering membias senyumku, ia sering kali mmbuatku tak berarti apa2...karena ia dengan egoisnya berlalu sayang....ia tak pernah peduli aku masih belum melakukan ini dan itu, dan ia juga tak pernah memaafkanku ketika aku ceroboh....

Ingatkah kau sayang??ketika untuk menuntutmu untuk bkerja penuh??namun ia tak pernah sdikitpun mendengar alasanmu mengapa kau tak sukses hari itu???
Sayang, apa detak arlojimu bgitu kuat hingga aku bisa mendengarnya, aku mendengar ia bercerita bahwa hari ini kau sedang dilanda peluh, keringat tadi membasahi baju kaosmu, serta dadamu kian kurus....

Untuk seikat arloji yang mengikat lusuh tanganmu,,,
tahukah kau sayang, ketika WAKTU kebali membuka mataku di pagi hari, semua oarang mrasa bersmngat, merasa brkehendak, merasa berkuasa, tuntutan yang haru dipenuhi....ada orag yang tersnyu bangga karena mungkin saja hari itu adalah hari pertamanya bekerja di sebuah perusahaan, karna mungkin hari itu ia kan berjalan-jalan keliling negeri, krena mungkin hari itu ia akan dibelikan hape baru...

Tapi sayang, aku biasa merasa sedih..sedih karena kemarin tidak ada yang bisa kulakukan, tidak ada kebaikan dariku yang dapat membuat orang lain tersenyum, yang terkenang hanyalah mereka cuma mengenal aku sbagai saudara, hari itu aku kembali mengulangi keburukan, aku kmbali menginga tseluruh kesalahan orang lain padaku, aku kembali tak melatih diriku untuk memaafkan orang lain....aku tak kembali belajar tersenyum untuk setiap masalah yang kuhadapi...
Sayang, aku sungguh benci pada waktu....
karena ia tru membuatku hampir melupakanmu, melupakamu sbagai orang yang pernah mengajariku arti senyuman...

Sayang..sayang, meski kau tak nampak, meski kau tak ada dihadapanku, maukah kau mengajariuku arti WAKTU, maukah kau mengajariku menganggap detakannya sebagai kemajuan hidup....???

Ajari aku waktu, hingga waktu kan membuatku datang padamu karena KEBUTUHAN, bukan KEINGINAN...
Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar