kalian tertawa????
wkwkwkwkwkkk...
akupun akan tertawa membaca judul ini.....
yah....tenank...tenank pembaca yang budiman (layaknya sebuah tulisan di koran tribun....)qiqiqiqiqi...
yah...banyak hal yang terjadi dalam kehidupanku akhir-akhir ini, sehingga aku bisa menyimpulkan bahwa aku seperti di KHITBAH....hehehehe
tau gak apa arti khitbah....
yah, aku yang cuman tamatan pondok 6 tahun bukan seperti diantara kalian para pembaca yang mungkin melanjutkan pendidikan di jurusan agama atau syariat...bisa menyimpulkan, bahwa di khitbah adalah keadaan dimana seorang wanita dewasa seperti dijemput, ..(cie...cie...pake kereta kencana cinderella kapang...),,,
yah, banyak pendapat tentang khitbah ini, apalagi jika kita ingin menyangkutkannya dengan adat istiadat setempat.....
kerennya,,,arti khitbah sebenarnya keadaan seorang wanita dewasa yang akan diikat oleh sebuah tali halal (bukan tali rafia nah) yang memungkinkan bagi yang akan diikat itu kelak akn hidup bersama-sama, mengarungi kehidupan bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahmah....(kayaknya sy sudah bisa buka tempat order undangan nikah ini)hheheheh
tau gak, tenang ...saya gak bakal buka merek,,,,,saaya sering melihat para gadis yang sudah dewasa yang punya ekhm...ekhm..., (apamitu) yah terserah kau mau bilang itu kekasih, tunangan, pacar, orang yang ditemani berkomitmen, atau calon tulang rusuk, calon tulang paha sekalian gak apa2, apapun bahasamu,,,,,atau yang lebih kerennya lagi ..."orang yang mau menunggu". qiqiqiqi, menunggu dalam artian apami tu de-eh, di stasiun kereta kapang....
jika si para annisa yang polos hatinya ini mendapat telfon dari rijla-rijal dari nun jauh disana, maka diagnosa-diagnosa yang sering muncul adalah....
1. Nyeri Hepar b/d (berhubungan dengan) kesibukan si dia sehingga sekian lama baru muncul kontaknya incoming call dilayar HP ditandai dengan si annisa pertama-tama akan pura-pura ngambek, gak mau angkat telfon lama-lama tapi ujung2nya angkat, suara-suara lebay binti manja akan muncul sebagai tanda kerinduan bede,,,qiqiqiqi
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d si dia yang terlalu sibuk sampai lupa makan, sampai-sampai si annisa juga gak punya nafsu makan kalo yang disana katanya belum makan (gubrakkkkkk) yang di tandai dengan bibir yang mulai pucat, perut yang lapar tapi ditahan supaya menunjukkan kesetiaan katanya (kesetiaan lambung mengelurkan asam berelbih karena tidak adanya pasokan makanan yang dapat menyebabkan gastritis alias mag maksudnya?????ckckckck)
3. Gangguan pola tidur b/d nelfon tengah malam, kata2 gombal dari si dia yang bikin hati beranting-ranting (bukan berbunga-bunga ) heheh yang ditandai dengan kemauan untuk berbicara meski sudah ngantuk yang katanya gak bisa tidur atau insomnia kalo gak dengar suara si dia, menguap sekali sekali karena tak tahan menahan kantuk saking tak ingin mengecewakan si dia yang cuma nelfon sekali kali,.....
Nah, diagnosa-diagnosa ini akan muncul di hati para annisa yang merasa dirinya sudah dikhitbah, mau di khitbah dalam artian resmi atau belum, terserah,.,,,yang jelas penampakan-penampakan seperti ini akan tidak asing lagi muncul di bayangan sklera mata....
jika mereka merasakan hal demikian, wajarlah...tapi bagaimana dengan seseorang yang sama sekali tidak punya si dia untuk ditemani telfonan, atau mungkin calon yang betul resmi sudah mengkhitbah, tapi merasa sudah dikhitbah....
wah..wah sepertinya ini betul2 diagnosa narsitis yang melanda....
Tak usah jauh2 ambil contoh,,,,dirikulah sepertinya.....
Praktik selama 3 minggu dirumah sakit, membuatku seperti merasa dikhitabah kawand.....dan cinta sebelum dikhitbah ini akan bersemi di dinas malam., wkwkwkwk....
yah, jadi perawat emang tak semudah membalikkan telapak jari,,,,heheheh...yang namanya keselamatan seorang manusia diatas segala-galanya, tak perduli itu adalah waktu makanmu, waktu tidurmu, waktu belajarmu, ada telfon dari orang tuamu, atau mungkin singkatnya dari orang yaang betul-betul mengkhitbahmu....
Tahukah kau kawand, mungkin tepatnya berapa malam minggu yang lalu, atau bahkan malam minggu esok, kau akan merencanakan kau harus pergi kemana untuk menghilangkan penat, kau akan pergi kemana untuk menghabisakn malam, kau akan menghabiskan uang seberapa untuk belanja....
mungkin hari ini, di tempat dudukmu, kau akan memikirkan apalagi yang hendak kau lakukan, kau akan memikirkan bagaimana menjawab ujianmu keesokan hari agar nilaimu bagus, kau akan memikirkan jam berapa kau harus tidur agar keesokan hari kau terlihat lebih fit dan segar.....
Hari ini, kau akan memikirkan liburan semester depan kau akan pergi kemana, kau akan memikirkan hari apa kau akan pulang kampung untuk bertemu dengan keluargamu, berapa lama kau akan menghabiskan waktumu disana, ......
TAPI, pernahkah kau memikirkan keadaan orang-orang yang menjadi pasien di rumah sakit....
jangankan untuk liburan, pulang kampung, bersenang-senang, menghilangkan penat, bergembira, belajar untuk menjawab ujian, pikiran mereka sangat jauh dari hal-hal seperti itu, bahakan tak ada pikiran kesana....
yang mereka pikirkan apakah sedetik kemudian mereka masih bisa bernafas, apakah sejam kemudian, jantung mereka masih bisa berfungsi, apakah sehari kemudian mereka masih memiliki nyawa.....
dan,,,,,hal-hal seperti ini yang akan mengkhitbahmu untuk tetap berada disamping mereka.....
anggap saja aku datang kerumah sakit untuk dinas malam.....
"Dek, ganti dulu sepreinya pasien kamar segini"
"dek, ganti dulu cairannya pasien kamar segini"
"dek, injeksikan dulu obatnya pasien kamar segini"
"dek, pasang dulu infusnya pasien kamar segini"
"dek, kesakitan pasienmu dikamar segini, pergiko dulu liatki"
"dek, sesak nafas pasienmu dikamar segini, pasangkan dulu oksigen"
"dek, berdaarah infusnya pasienmu dikamar segini, tangani dulu itu"
"dek, tersumbat cairan infusnyaa pasienmu dikamar segini, pergiko dulu tangani"
"dek, kesakitan pasienmu karena dipasangi kateter, pergiko dulu perbaiki kateternya"
"dek, ingat jangko terlalu lelap tidur, ada injeksinya pasienmu jam 1, jam 3, jam 4, jam 6"
"dek, ganti perbannya pasien yang di ortopedi dikamar segini, yang luka di kamar segini"
Hal itu terus yang berulang-ulang, itu terus,,,,,dan kau juga akan terus mendengar pasienmu merintih,
"Sus, sakit sekali kasiaaaannnnn...."
"Sus, berdarah infusku kasian...bagaimanami ini"
"Sus, habis cairanku, naikmi darahku di selang...."
"Sus, anakku sesak nafas....bagaimana ini???"
"Sus, kejang2 anakku,,,,naik matanya, gimana ini???"
"Sus, anakku menangis terus karena sakit tangannya di infus...."
sampai-sampai suatu hari kau akan mendengar.....
"Sus, janganmi di infus lagi anakku, janganmi disuntik, takut-takutka liatki menangis terus...."
"Sus, lepasmi selang di hidungku....sakit leherku kurasa...."
Bisakah kau tidur dengan situasi seperti itu??
Bisakah kau mimpi indah ketika ada pasienmu yang merintih....
Adakah nafsu makanmu ketika pasienmu meninggal.......
Dan, bukan tunangan, bukan pacar, bukan kekasih yang membuatku terpesona hingga tak ada nafsu makan, hingga tak bisa tidur,,,,
Tapi......hanya karena tak ingin meninggalkan mereka disamping malaikat maut yang juga tidur disamping mereka....
Kau tak akan pernah berpikir kau akan pergi ke tempat yang lain,
kau tak terpikir untuk merencanakan liburan kemana, menghilangkan penat dimana
bahkan kau tak pernah berpikir nilaimu dikampus sudah beres atau belum.....
Dan diagnosa resiko tinggi sakit hati akan muncul pada dirimu yang berhubungan dengan ketika kau menasihati orang-orang disekitarmu yang masih sehat, yang tidak dalam keadaan terancam oleh bakteri atau virus manapun untuk memperbaiki pola hidupnya, menjaga kesehatannya.....
tapi mereka hanya menjawab dengan santai....
"Biasa, anak muda...."
"Gak usah terlalu serius, nikmati saja hidupmu...."
"Ah, gak apa2 kok,,,,sekali-kali kan tidak apa2...."
"Resiko kuliah di kesehatan, banyak pantangannya....."
Ingin sekali mengecam orang-orang seperti ini, bahkan ingin sekali menampar.....dan bahkan memukulnya dengan sekuat tenaga, hanya untuk menyadarkan, bahwa ketika mereka sakit dan lemah, yang mereka korbankan bukan hanya diri mereka, tapi juga kami......untuk bertarung dengan bakteri dan virus yang mereka cari sendiri, bahkan tak peduli dengan diri kami sendiri, sehingga kami betul-betul TERKHITBAH......
Tolong, jangan khitbah aku sebelum waktunya!
:)
wkwkwkwkwkkk...
akupun akan tertawa membaca judul ini.....
yah....tenank...tenank pembaca yang budiman (layaknya sebuah tulisan di koran tribun....)qiqiqiqiqi...
yah...banyak hal yang terjadi dalam kehidupanku akhir-akhir ini, sehingga aku bisa menyimpulkan bahwa aku seperti di KHITBAH....hehehehe
tau gak apa arti khitbah....
yah, aku yang cuman tamatan pondok 6 tahun bukan seperti diantara kalian para pembaca yang mungkin melanjutkan pendidikan di jurusan agama atau syariat...bisa menyimpulkan, bahwa di khitbah adalah keadaan dimana seorang wanita dewasa seperti dijemput, ..(cie...cie...pake kereta kencana cinderella kapang...),,,
yah, banyak pendapat tentang khitbah ini, apalagi jika kita ingin menyangkutkannya dengan adat istiadat setempat.....
kerennya,,,arti khitbah sebenarnya keadaan seorang wanita dewasa yang akan diikat oleh sebuah tali halal (bukan tali rafia nah) yang memungkinkan bagi yang akan diikat itu kelak akn hidup bersama-sama, mengarungi kehidupan bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahmah....(kayaknya sy sudah bisa buka tempat order undangan nikah ini)hheheheh
tau gak, tenang ...saya gak bakal buka merek,,,,,saaya sering melihat para gadis yang sudah dewasa yang punya ekhm...ekhm..., (apamitu) yah terserah kau mau bilang itu kekasih, tunangan, pacar, orang yang ditemani berkomitmen, atau calon tulang rusuk, calon tulang paha sekalian gak apa2, apapun bahasamu,,,,,atau yang lebih kerennya lagi ..."orang yang mau menunggu". qiqiqiqi, menunggu dalam artian apami tu de-eh, di stasiun kereta kapang....
jika si para annisa yang polos hatinya ini mendapat telfon dari rijla-rijal dari nun jauh disana, maka diagnosa-diagnosa yang sering muncul adalah....
1. Nyeri Hepar b/d (berhubungan dengan) kesibukan si dia sehingga sekian lama baru muncul kontaknya incoming call dilayar HP ditandai dengan si annisa pertama-tama akan pura-pura ngambek, gak mau angkat telfon lama-lama tapi ujung2nya angkat, suara-suara lebay binti manja akan muncul sebagai tanda kerinduan bede,,,qiqiqiqi
2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d si dia yang terlalu sibuk sampai lupa makan, sampai-sampai si annisa juga gak punya nafsu makan kalo yang disana katanya belum makan (gubrakkkkkk) yang di tandai dengan bibir yang mulai pucat, perut yang lapar tapi ditahan supaya menunjukkan kesetiaan katanya (kesetiaan lambung mengelurkan asam berelbih karena tidak adanya pasokan makanan yang dapat menyebabkan gastritis alias mag maksudnya?????ckckckck)
3. Gangguan pola tidur b/d nelfon tengah malam, kata2 gombal dari si dia yang bikin hati beranting-ranting (bukan berbunga-bunga ) heheh yang ditandai dengan kemauan untuk berbicara meski sudah ngantuk yang katanya gak bisa tidur atau insomnia kalo gak dengar suara si dia, menguap sekali sekali karena tak tahan menahan kantuk saking tak ingin mengecewakan si dia yang cuma nelfon sekali kali,.....
Nah, diagnosa-diagnosa ini akan muncul di hati para annisa yang merasa dirinya sudah dikhitbah, mau di khitbah dalam artian resmi atau belum, terserah,.,,,yang jelas penampakan-penampakan seperti ini akan tidak asing lagi muncul di bayangan sklera mata....
jika mereka merasakan hal demikian, wajarlah...tapi bagaimana dengan seseorang yang sama sekali tidak punya si dia untuk ditemani telfonan, atau mungkin calon yang betul resmi sudah mengkhitbah, tapi merasa sudah dikhitbah....
wah..wah sepertinya ini betul2 diagnosa narsitis yang melanda....
Tak usah jauh2 ambil contoh,,,,dirikulah sepertinya.....
Praktik selama 3 minggu dirumah sakit, membuatku seperti merasa dikhitabah kawand.....dan cinta sebelum dikhitbah ini akan bersemi di dinas malam., wkwkwkwk....
yah, jadi perawat emang tak semudah membalikkan telapak jari,,,,heheheh...yang namanya keselamatan seorang manusia diatas segala-galanya, tak perduli itu adalah waktu makanmu, waktu tidurmu, waktu belajarmu, ada telfon dari orang tuamu, atau mungkin singkatnya dari orang yaang betul-betul mengkhitbahmu....
Tahukah kau kawand, mungkin tepatnya berapa malam minggu yang lalu, atau bahkan malam minggu esok, kau akan merencanakan kau harus pergi kemana untuk menghilangkan penat, kau akan pergi kemana untuk menghabisakn malam, kau akan menghabiskan uang seberapa untuk belanja....
mungkin hari ini, di tempat dudukmu, kau akan memikirkan apalagi yang hendak kau lakukan, kau akan memikirkan bagaimana menjawab ujianmu keesokan hari agar nilaimu bagus, kau akan memikirkan jam berapa kau harus tidur agar keesokan hari kau terlihat lebih fit dan segar.....
Hari ini, kau akan memikirkan liburan semester depan kau akan pergi kemana, kau akan memikirkan hari apa kau akan pulang kampung untuk bertemu dengan keluargamu, berapa lama kau akan menghabiskan waktumu disana, ......
TAPI, pernahkah kau memikirkan keadaan orang-orang yang menjadi pasien di rumah sakit....
jangankan untuk liburan, pulang kampung, bersenang-senang, menghilangkan penat, bergembira, belajar untuk menjawab ujian, pikiran mereka sangat jauh dari hal-hal seperti itu, bahakan tak ada pikiran kesana....
yang mereka pikirkan apakah sedetik kemudian mereka masih bisa bernafas, apakah sejam kemudian, jantung mereka masih bisa berfungsi, apakah sehari kemudian mereka masih memiliki nyawa.....
dan,,,,,hal-hal seperti ini yang akan mengkhitbahmu untuk tetap berada disamping mereka.....
anggap saja aku datang kerumah sakit untuk dinas malam.....
"Dek, ganti dulu sepreinya pasien kamar segini"
"dek, ganti dulu cairannya pasien kamar segini"
"dek, injeksikan dulu obatnya pasien kamar segini"
"dek, pasang dulu infusnya pasien kamar segini"
"dek, kesakitan pasienmu dikamar segini, pergiko dulu liatki"
"dek, sesak nafas pasienmu dikamar segini, pasangkan dulu oksigen"
"dek, berdaarah infusnya pasienmu dikamar segini, tangani dulu itu"
"dek, tersumbat cairan infusnyaa pasienmu dikamar segini, pergiko dulu tangani"
"dek, kesakitan pasienmu karena dipasangi kateter, pergiko dulu perbaiki kateternya"
"dek, ingat jangko terlalu lelap tidur, ada injeksinya pasienmu jam 1, jam 3, jam 4, jam 6"
"dek, ganti perbannya pasien yang di ortopedi dikamar segini, yang luka di kamar segini"
Hal itu terus yang berulang-ulang, itu terus,,,,,dan kau juga akan terus mendengar pasienmu merintih,
"Sus, sakit sekali kasiaaaannnnn...."
"Sus, berdarah infusku kasian...bagaimanami ini"
"Sus, habis cairanku, naikmi darahku di selang...."
"Sus, anakku sesak nafas....bagaimana ini???"
"Sus, kejang2 anakku,,,,naik matanya, gimana ini???"
"Sus, anakku menangis terus karena sakit tangannya di infus...."
sampai-sampai suatu hari kau akan mendengar.....
"Sus, janganmi di infus lagi anakku, janganmi disuntik, takut-takutka liatki menangis terus...."
"Sus, lepasmi selang di hidungku....sakit leherku kurasa...."
Bisakah kau tidur dengan situasi seperti itu??
Bisakah kau mimpi indah ketika ada pasienmu yang merintih....
Adakah nafsu makanmu ketika pasienmu meninggal.......
Dan, bukan tunangan, bukan pacar, bukan kekasih yang membuatku terpesona hingga tak ada nafsu makan, hingga tak bisa tidur,,,,
Tapi......hanya karena tak ingin meninggalkan mereka disamping malaikat maut yang juga tidur disamping mereka....
Kau tak akan pernah berpikir kau akan pergi ke tempat yang lain,
kau tak terpikir untuk merencanakan liburan kemana, menghilangkan penat dimana
bahkan kau tak pernah berpikir nilaimu dikampus sudah beres atau belum.....
Dan diagnosa resiko tinggi sakit hati akan muncul pada dirimu yang berhubungan dengan ketika kau menasihati orang-orang disekitarmu yang masih sehat, yang tidak dalam keadaan terancam oleh bakteri atau virus manapun untuk memperbaiki pola hidupnya, menjaga kesehatannya.....
tapi mereka hanya menjawab dengan santai....
"Biasa, anak muda...."
"Gak usah terlalu serius, nikmati saja hidupmu...."
"Ah, gak apa2 kok,,,,sekali-kali kan tidak apa2...."
"Resiko kuliah di kesehatan, banyak pantangannya....."
Ingin sekali mengecam orang-orang seperti ini, bahkan ingin sekali menampar.....dan bahkan memukulnya dengan sekuat tenaga, hanya untuk menyadarkan, bahwa ketika mereka sakit dan lemah, yang mereka korbankan bukan hanya diri mereka, tapi juga kami......untuk bertarung dengan bakteri dan virus yang mereka cari sendiri, bahkan tak peduli dengan diri kami sendiri, sehingga kami betul-betul TERKHITBAH......
Tolong, jangan khitbah aku sebelum waktunya!
:)





Posting Komentar