Ingatkah kau siang itu..ketika kita berbicara bahwa sebentar lagi dunia akan jadi garis tangan kita..
bahwa walaupun kita jauh, kita akan tetap saling menunggu...
Kita akan saling memberikan catatan kita tentang apa yang kita rasa, dengar selama kita berpisah...
Kau bahkan mengajarku utnuk percaya padamu satu-satunya dan kau bilang kau akan membawa bintang untukku...
bintang yang sama-sama kita intip setiap malam dibalik gorden kamar kita masing-masing....
Tahukah kau? sekarang bintang itu sudah jatuh....
Aku menjaganya tiap malam bahkan dengan mata sayu, agar kelak...
kelak...
kelakk...
Bintang itu akan jatuh ditangankuu...
Namun kau datang mengatakan bahwa kaulah yang akan membawakannya....
kau akan setia diterpa panas, dihujan malam, dibekukan dingin demi menantikan bintang itu...
Tapi.tapi......
aku dengan mata terbekuk bahkan melihatmu tidak membawa bintangnya untukku....
katamu akan ada bintang berikutnya.....
tapi kau bahkan membawanya untuk orang lain...
untuk orang yang diam-diam mnyimpan senyumnya dibalik bantalmu dan di selipan buku bacaanmu...
Sekarang.sekarang.sekarang....
Kau bahkan mengucap janji yang sama ....
tapi.tapi....
aku rasa tak usah ada bintang untukku....
aku kini tak suka lagi bintang....
aku ingin kau membawanya saja pergi....
pergi.pergi......
aku lebih suka kau genggam bintang itu bersamanya.....
karena akuuu...
aku,,,,
aku tidak diciptakan dari tumpuan kata maaf.




Posting Komentar