BAGIKU, PERKENALAN BUKANLAH SEBUAH AWAL DARI PENGETAHUAN AKAN IDENTITAS MASING-MASING,AKAN TETAPI DIMANA KITA MEMULAI SEBUAH TITIK UNTUK MELUKIS SEJARAH TENTANG "KITA" YANG KATAMU SPESIAL...
bagiku, seorang yang bahkan masih lugu untuk menyebut kata lelaki waktu itu,
kau bahkan tak membuatku malu-malu meski hanya sekedar menyampaikan dan membuatmu mendengar kisah-kisah lama...
dear, lelaki yang pernah mengangapku bagian dari hidupnya,
aku yakin sampai sekarang kaupun masih menganggapku bagian dari hidupmu,
namun hanya bagian dari masa lalu surammu yang penuh dengan tausiyah dan protektif yang tak berarti dariku,
sebenarnya aku ragu meyimpanmu dalam pintu hati terdalamku...
bahkan aku tak segan-segan membukanya bebas tanpa melarangmu untuk mengenal siapapun yang ingin kau kenal,
dengan jarak yang begitu jauh...
dan pertemuan 2 jam itu...
dear, lelaki yang pernah menganggapku bagian dari hidupnya,
kau tahu aku begitu sakit ketika aku sadar aku mencintaimu,
aku begitu ragu menjawab pesanmu ketika aku sadar aku tak menganggapmu lagi saudaraku...
aku merasa tertekan melihat postinganmu karena tak satupun jemariku ingin berhenti mengetik komntar untuknya,
aku ragu suatu saat perasaan itu hanya akan jadi sebatas impianku dalam seribu malam mimpi yang kulalui sendiri di kamar tidurku,
Dear, lelaki yang pernah menganggapku bagian dari hidupnya,
aku benci menjadi orang yang seperti ini,
menjadi seseorang yang begitu malu terhadap apa yang dirasakannya sendiri,
aku benci ketika mengetahui kita harus berpisah,
serta menganggap semuanya tak terjadi apa-apa...
dear,
aku takut suatu saat jika aku tak mampu lagi berbicara..
bahkan hanya sekedar menyampaikan pesan untuk menyapa,
kau akan pergi untuk mencari seorang yang lebih baik dariku,
aku bahkan takut meski itu hanya sebuah pesan selamat tinggal...
dear,
aku takut jika suatu saat kelak aku sudah tak bisa memberimu apa-apa,
kau akan menganggapku tak berarti lagi dalam hidup dan mimpimu,
jika suatu saat kelak aku marah dan emosi terhadapmu yang mengabaikanku meski hanya utnuk sebuah alasan yang jelas harus dimengerti,
aku bahkan tak bisa mengerti itu dan lebih memilih untuk menyalurkan rinduku padamu
dan kau akan menganggapku sebagai orang yang tak percaya denganmu,
serta menganggapku sebagai orang yang sering memmbanding-bandingkanmu dengan yang lain,
dear, lelaki yang sempat menyayangiku.....
tahukah kau saat kau bilang aku adalah yang terspesial di hidupmu..
saat itu wajahku merona merah dan mempercayai semua kata-katamu....
tapi mengapa aku tak melihat bukti itu hingga saat ini,
aku tak berani menganggap smua itu bohong karena aku takut kelak kau dianggap sebagai orang yang tak jujur...
dear, lelaki yang pernah menganggapku sebagai bagian hidupnya,,,
kau tahu setiap kata yang kukeluarkan begitu selektif agar kelak kau tak merasa kecewa terhadpnya,
agar kelak aku terbiasa untuk menghargai dan menghormatimu,
namun kenapa kata-kata kasar dariku begitu drastis keluar dari bibir tipisku untukmu saat aku tahu kau telah berubah,
meski itu hanya beberapa kata unuk mengingatkan.,
kau tahu saat mengeluarkan kata-kata itu hatiku sungguh resah dan gelisah,
dan perasaan menyesal menghantuiku sepanjang malam...
ingin rasanya aku menarik kata-kata itu,
dan meminta maaf padamu takkan mengulanginya lagi,
namun entah kenapa setelah itu aku sering sekali lagi berkata kasar padamu,
hingga berulang-ulang kali....
tapi kata-kata tak percaya itu,
aku bahkan tak menyangka itu sanggup keluar dari mulutmu
Dear, lelaki yang pernah menyayangiku....
maafkan aku jika untukmu aku salah...
aku memang kasar,
dan aku memang tak akan pernah mengerti...
maka dalam ketidakmengrtianku,
tolong jangan tinggalkan aku,
dan buat aku paham berada di dekatmu....



Posting Komentar