Ns. Kidah Adzkaaunnisa

Hmm,
kawan...saya ingin sedikit bercerita tentang kejadian yang menimpa saya baru-baru ini...

Yah, tak usahlah saya memperkenalkan diri, liat saja akun facebookku ini, maaf twitter gak punya (kalo FB saja dah banyak fansnya gini, gimana dengan twitter...qiqiqiqiqi)

 Seorang mahasiswi tamatan pondok 6 tahun yang kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri makassar mengambil disiplin ilmu KEPERAWATAN, angkatan 2009 dan sekarang tengah berada di tingkat 3....

oke, langsung saja...
sejak kelas 3 SMA di pondok, saya divonis memakai kacamata minus 1 dioptri....dan sewaktu itu kacamata yang saya pakai merupakan pemberian cuma-cuma dari pertamina sebagai wujud bantuan kepada sekolah-sekolah....

Saat menduduki semster 3, kacamata pemberian itu dan juga merupakan kenang2an dari pondok hilang tanpa bekas di suatu hari perkuliahan, dan itu membuat saya tidak bisa BEREKSPRESI...hehehe, maaf, saya gak bisa bilang itu adalah kesalahan saya...karena setiap setelah memakai kacamata, saya pasti akan menaruhnya di tempatnya (sudah terbilang kebiasaan jadi yakin), maklum....sya adalah seorang pasien gangguan mata yang suka melanggar nasihat dokter (disuruh pake kacamata terus tanpa lepas), saya ogah pemirsaaa...bukannya apa, sudah berapa kali saya mencoba menaati, namun kejadian mual di angkot n pusing beberapa hari sudah cukup membuat sya jera hanya karena mencoba memakai kacamata terus menerus....Intinya, kacamata itu hilang dan usahaku untuk mencarinya kemana-mana tak membuahkan hasil yang diharapkan...hfffttt.

Setelah itu, saya jadi sangat sulit dalam perkuliahan, apalagi jika tiba saatnya ujian yang memakai LCD....Sungguh membuat saya memicingkan mata bukan kepalang sehingga harus mengeluh ke papa buat diukurkan penggantinya, setelah harus dimarahi n dibilang cerobohlah, cueklah, gak pedulilah, sembrono, dsb...

waktu itu saya gak peduli apa katanya, yang jelas papa mau belikan kacamata meski harus dimarahi terlebih dahulu....whatever...yang jelas kata IYA sudah ada, hehehehe

alhamdulillah, setelah diukur kembali, kekuatan kacamataku bei srtambah menjadi minus 1,75 dioptri (resiko suka dilepas kata pegawai optik, hehehe)

dak apa2, pikirku,
yang penting gak sampai 2, atau 3.....hehehe

3 semester kulalui bersama kacamata bersama CAHAYA (kuberi nama supaya gak hilang lagi), indahnya dunia yang kulihat..jelas dari sudut dan titik serta jejas langkah mereka terhadap diriku.....dibasuh hujan, dikeringkan panas, dan diterbangkan angin.....aku tetap bersamanya dalam keadaan tersulit sekalipun, ia selalu berada dalam tasku yang lusuh, tak pernah keluar dari tempatnya kecuali dibutuhkan, dan kubersihkan setiap kali akan kupakai...

Namun, sepertinya pelayananku atas jasa CAHAYA kurang memuaskan baginya, sehingga ia sering main petak umpet beberapa kali, namun tetap dapat kutemukan...hingga kemarin sabtu ia bermain petak umpet besar-besaran....

CAHAYA tidak ada di tempatnya, saat aku mengikuti seminar herbal di unhas, ia menghilang.....
pastilah aku panik, siapaa juga yang tidak,,,,karena banyak peluang dia bisa bersembunyi...

bisa saja dia terpelanting di kelas, terkapar di jalan ke unhas, ataupun berada di genggaman orang yang mau menerorku.....Hfftt, malam itu aku sulit tidur, memejamkan mata rasanya susah, apalagi sampai berlaju ke pulau kapuk...karena kepikiran sama CAHAYA yang entah ada dimana....

Senin pagi, saya bergegas ke kampus kembali........kuperiksa setiap sudut kelas (setelah kemarinnya di rumah berkali-kali membongkar habis tas untuk menacri), kutanyai satu persatu mahasiwa yang lewat...dan cleaning service juga, tukang foto copy dan penjual roti,,,,semuanya menjawab TIDAK MELIHAT....

kutanyai satu-satu teman kelas, mulai dari yang hobi pulang duluan hingga belakangan, namun semuanya menjawab TIDAK MELIHAT...

kuatanyai seluruh orang rumah (kecuali ibu papa karena takut dimarahi lagi), dan terutama si bungsu...semua menjawab TIDAK MELIHAT...

Rasanya aku ingin jatuh, mungkin menangis tapi entah air mata juga taak mau keluar, sudah lelah mungkin....
dan akhirnya aku PASRAH....berusaha IKHLAS, dan mencari dana penggantinya SENDIRI....

pas selasa kemarin, saat hendak berencana sore harinya mau ke optik untuk ngukur ulang...saat perkuliahan di pagi hari, saya pergi seperti mayat hidup ke kampus...tak ada semangat sama sekali, dengan pikiran waktu ujian makin dekat dan CAHAYA yang entah dimana, pikiranku malah sudah hancur diinjak orang yang berlalu lalang.....

tapi entah kenapa ketika membuka tas dan melihat tempat CAHAYA, ada rasa ingin membukanya memastikan sekali lagi bahwa ia betul tak ada disana....kalian mau tahu apa yang saya liat setelah membuka tempatnya.....

CAHAYA ada disitu pemirsaa..ada dsitu, ditempatnya melekat rapi, ditempatnya dengan gaya seperti biasa saat saya menaruhnya....ditempat dimana ia terjaga dari tindisan, selipan, serta lekukan....

bukan main gembiranya saya saat itu, sampai berkali2 berucap hamdalah dan mencium cahaya, mencubit pipi....saking tidak yakinnnya, sya memakainya...memastikan itu bukan cuma siluetnya, atau halusinasi saya pribadi....

Namun, sebuah tanda tanya besar terpaku di kepala....

SIAPA yang menaruh CAHAYA kembali di TEMPATnya....

setelah sekian orang yang kutanya berani bersumpah atas nama tuhan yang maha mengetahui, bahwa ia sama sekali tak melihatnya.....

CAHAYA, bukannya ku tak bersyukur dengan kembalinya dirimu....tapi, dari genggaman siapa engkau, dan apa yang kau lakukan disana, padahal kau hanya PANTAS untukku, tidak PANTAS untuk orang lain....

Suatu hari, aku berharap CAHAYA bisa berbicara dan mengungkap semuanya walau di AKHIRAT kelak....

Label: edit post
0 Responses

Posting Komentar