Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Ah..semuanya menjadi begitu terbatas..
bahkan untuk 60 detik yang kuminta untuk beberapa hari...

Aku sendiri heran...
ketika tak ada jawaban...
dan aku menuangkan apa yang kupikirkan...
Kau malah bilang aku salah paham....

Ketika aku menjealaskannya....
kau malah merasa bersalah...
dan memintaku menjauhimu..

Aku sebenarnya bingung..
aku ingin sekali bilang kau bahkan seperti orang yang melarikan diri dari rumah sakit jiwa...
Maaf saja,
aku bukan edward cullen yang bisa membaca pikiran orang lain...
meski kadang kau bilang aku seperti bella swan yang tak bisa ditebak...
singkatnya kau bilang aku orang yang tak jelas...

Ah, kau sampai sekarang masih sering plin-plan,
bahkan untuk sebuah keputusan yang mempertaruhkan masa depanmu...

Tidak sadarkah kau kalo hidup adalh sebuah konsekuensi....
Apapun yang kau pilih...
itulah yang jadi bentengmu...
bukan untuk dilepas atau diraih begitu saja...
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Rihun, apa kbrnya d.sana? apakah semua baik-baik saja??
Rihun, tolong sampaikan padanya. .bhwa aku d.sini menunggu. . .menunggu kbrnya. .menunggu ia menyampaikan padaku bhwa ia baik-baik saja, menunggu ia menyampaikan padaku bhwa ia sangat bhagia. . .

Rihun, tlong sampaikan padanya. . .bhwa aku d.sini menunggu, menunggu ia menyampaikan padaku bhwa ia telah berhasil, bhwa ia tdk dlm keadaan sakit, ia tdk sdang sndri, dan ia mash bs seperti dlu. . .


Rihun, tolong sampaikan padanya. . .bhwa jiwa ini tak pernah lelah, smpai d.lelahkan oleh-nya, bhwa hati ini terus brusaha, trus berusaha menyenangkannya. . . . . rihun, maukah kau menolongku?
Ns. Kidah Adzkaaunnisa

Kuliah dimanaqi???
_di unhas....
_di UNM...
_di UIN...
_di UMI...
_di UVRI...
_di Poltekkes...
_di Stikes panakukang..
_di Stikper gunung sari..._di Stikes angin mammiri...
_di Stikes angin topan (hahahahah..kalo yang ini asal...)
ataau apalah nama perguruan tinggi di i indo...
ada lagi...
_Di UGM (Cieh..cieh, pasti pintar)
_Di ITB (Pasti palla bikin robot...)
dlll..apaakantu mae..
Waktu penerimaan MABA 2009, saya sempat sedikit menguping cerita di angkot jurusan unhas...
waktu itu, disamping saya....duduk seorang mahasiswi berjilbab, tingginya semampai, kulitnya sawo matang...
disampingya lagi duduk seorang mahasiswi juga..tapi kontras...rambutnya tergerai lurus, bajunya sempit, dan rok selutut...kulitnya putih, sepertinya cina...
lalu seorang ibu yang duduk di depan kami tiba2 buka suara...
"Nak kuliah dimanaqi??"
Gadis berjilbab senyum-senyum, kemudian...
"Iya bu, sayaa kuliah di UNHAS.."
"Jurusan apaqi nak??"si ibu terlihat makin penasaran...
"Pertanian semester 3 bu..."
"Owh..." si ibu mengangguk paham, diiringi anggukanku dalam hati.
"Kalo qt nak??" si ibu mengalihkan ke arah gadis cina...gadis cina cuma pasang ekspresi standar....
"Kedokteran bu..." sepertinya si gadis cina sudah tahu maksud si ibu...
"Owh, semester berapameqi nak?" waktu  bertanya pada gadis berjilbab tadi, si ibu tidak bertanya seperti ini...
"Semester 5 bu.."
selanjutnya aksi tanya jawab terus berlangsung antara si ibu dan gadis cina...
kulihat ekspresi gadis berjilbab sedikit cemburu, mungkin pada dasarnya ia adalah orang yang cerewet, namun karena tak ada lagi pertanyaan, maka ia diam-diam saja...
beda dengan gadis cina yang kuliah dikedokteran, ia terus ditanya padahal sebenarnya mungkin ia orang yang pendiam..
berapa kali sudah aku menemukan kejadian seperti ini...
bahkan aku sendiri pernah mengalaminya....
sewaktu ke UNHAS naik angkot buat kuliah anatomi (numpang karena lab UIN belum lengkap), aku pernah menjadi korban pertanyaan seperti itu, tapi kali ini berbeda...yang bertanya adalah seorang mahasiswi juga, begitu si penanya tahu saya kuliah di UIN, ia tidak melanjutkannya..ia melanjutkan cerita ke temannya sesama UNHAS...
Tapi, saya punya pengalaman yang mengasyikkan kawand...
hahaha, ini sewaktu akan FINAL parasitologi di UNHAS..Waktu itu saya berangkat sendiri, ada yang menemani...
dengan entengnya menjinjin tas ransel, saya naik angkot jurusan unhas, waktu itu banyak juga mahasiswa UNHAS yang  naik angkot, tapi semuanya turun sebelum fak.kedokteran, ada yang turun di peternakan, ada yang di teknik, dll.Hingga tinggal saya sendiri dan seorang ibu dosen...serta seorang Mahasiswi POLTEK UP..
begitu bilang KIRI, semua mata tertuju sama saya....(hahahaha, yang ini saya emng yang asli narsis)
mungkin krn sy memberhentikan angkot tepat di depan "FAKULTAS KEDOKTERAN", (hahahaha)
tidak sengaja nah...mank nyatanyaa saya kuliah disitu kok...
hehehee

Kawand, apa sih perbedaan kita kuliah dimanaapun???
okelah kalo masalah jurusan ...mungkin seperti saya yang kuliah di keperwatan, kalian mungkin ada yang kuliah di teknik, ada yang kuliah di ekonomi, pendidikan, bahkan jurusan agaama....
Perbedaan yang kedua, mata kuliah yang didapatkan, kalo yang ini dah pasti beda..hehehe
yang ketiga, perbedaan UNiversitas....apa dengan berbeda kampus, kita tak bisa jadi sarjana..??
apa dengan saya kuliah di UIN, dan mereka yang kuliah di UGM,...Saya tak bisa jadi sarjana...???

apa dengan sayaa yang kuliah di keperwatan, dan mereka yang kuliah di teknik,,,kita tak bisa jadi sarjana???
apa kuliah selain di UNHAS, bukan hal yang baik dan ngetren....

Apa yang kuliah selain di UNHAS, UGM, atau apalah...kita tidak bisa dapaat IP yang tinggi???kita tidak bisa menjadi mahasiswaa yang berprestasi???

Mengapa seolah-olah LEBEL menjadi kunci utama kekaguman dan keyakinan seseorang...
kalo kita selesai, yang ada gelarnya juga sama kan..
misal:la becce S.E Yang kuliah di UNHAS, dan La bacco S.E yang kuliah di UIN...kenapa bukan (S.E., UH) atau (S.E.,UIN)...
Kenapa daak sekalian di kasi seperti itu...

Hmm, mungkin bukan cuma sayaa  yang pernah mengalami hal seperti ini..masih banyaak kawand2 yang lain...

Kawand, dimanapun kita melanjutkan pendidikan kita, bukan menjadi sebuah masalah untuk kita lebih maju dan mengembangkan diri...
Mau protes soal standar???
emangnya standar yang seperti apa???
la wong banyak kok para ilmuan2 kita yang dak sekolah dan berpendidikan tinggi bisa sukses...contohnya Nabi Muhammad sajaa yang cuma diajar membaca oleh jibril di Gua Hira, bisa menjadi sosok paling kharismatik pertama di dunia...
Albert einstein yang dak sekolah..thomas alva edison...
Itu semua bukan penghalang bagi kitaa untuk bisa sukses...

Hmm, pernaah dak kalian melihat acara wisuda dikampus kalian masing2...
Tidak lain dan tidak bukan halaman parkirnya akan dipenuhi oleh berbagai mobil...
kalo kalian mencoba menelusuri mobil2 itu, dibagian belakang ppasti terbuka dan biasanya duduk seorang nenek paruh baya, ataupun keluarga lainnya yang juga tidak mau ketinggalan dengan moment spesial itu, mereka tidak bisaa masuk melihat langsung anak dan cucu mereka meraih sarjana...namun meskipun panas dengan lelehan keringat, mereka tetap adaa meerasa bangga ada di tempat itu, mereka tetap setia menunggu..hanya untuk menoreh kebahagian sepuluh jemari mereka dengan seorang sarjana,,,mau sarjan pendidkan, pertaniann, kedokteran ataupun teknik...
itu bukan menjadi suatu masalah bagi mereka, ...yang penting pewaris mereka ada yang sudah sarjana...
"Kodonk, sarjanami tawwa anakku"
"Sarjanami cucuku"
"Sarjanami kemenakanku"
"Kullemi pa'bunting njo" (hahahah, kalo yang ini pemikiran yang menurutku agak ekstrim..hehe)

Ndak usah lagi liat yang sarjana..anak2 miskin yang terlantar dijalan....apa mereka punya cita2 jadi sarjana???yah kawand, mereka punya cita2, merek juga mau seperti kaliand, duduk dibangku pendidikan mengeja huruf dan angka2....tapi...
Mereka sadaar , mereka tidak punya kemampuan materi untuk Zaman keMATERIan seperti sekarang....
Mereka belajar bersyukur dengan apa yang mereka punya...tapi mereka tetap bahagia, karena mereka punya kasih sayang dari keluarga dan tuhan..

Tidakkah sedikit terlintas di pikiran kita untuk memperhatikan hal-hal sekecil itu untuk disyukuri,,,??
Kawand, Hidup adalah pilihan, tapi bukan untuk dipilih2....
Dengan belajar menerima dan menghargai hal kecil, hal itu akan memberi motivasi kita untuk terus membuat sesuatu yang baru, dan sesuatu yang lebih besar....



At UIN Library, 28 Juni 2011
By : Kidah tak lagi "Adzka"
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Rumahku, 3 November 2011

Dokter itu tampak lemas, jas putihnya sudah berntakan...
disela handscoon yang masih dipakainya, terdapat bekas-bekas cipratan darah manusia masih merah kental,
Tuhan..lindungilah ibuku...ujarku dengan tangan gemetaran....
kutau dokter itu pasti mau bilang sesuatu ke bapak...aku yakin sekali,

"Keluarga pasien....???"
Segera sja bapak berdiri...
"Ini keluarganya ibu ...... yang didalam??"
"iya dok, saya suaminya" ketegasan bapak masih dapat terlihat, urat-urat cemas masih bersemayam didahinya...aku yakin dia pasti tak bisa tenang dri tadi...

'Mari pak, ada yang saya ingin bicarakan sebentar"

Dokter itu membawa bapak masuk ke kamar rahasia, aku juga tak tahu itu ruangan apa....tapi yang jelas, mereka menutup pintu...apa yang sebenarnya terjadi???rasa penasaranku malah makin dalam, kucoba melangkah perlahan ke dekat pintu, ku dngar pembicaraan mereka....

"Ada apa dok?" itu pasti suara bapak, pikirku...
"begini pak, tanpa mengurangi rasa peduli kami terhadap ibunya, dan juga bayinya..kami sudah berusaha sekuattenaga, tapi bayinya terlalu besar, ia tak bisa lahir hanya dengan mengandalkan kontraksi ibunyaa, kami juga tidk bisa melakukan sectio cesaria karena riwayat kesehatan ibu yang kurang baik untuk operasi....
janinnya sudah lama di pintu pak, ia sudah terminum sedikit air ketuban..., tapi jika tidak segera diambil tindakan darurat, maka kami tak bisa menjamin keselamatan bayi, kita serahkan saja semua sama yang diatas....

"Lalu, apa yang bisa dilakukan dok??" kudengar samarr-samar suara bapak mulai parau...ia mungkin tak bisa berdaptasi dengan apa yang baru saja didengarnya...aku sendiri bingung apa maksud dokter itu...

"satu2nya jalan, bayinya harus divakum pak!"
Kudengar lama sekali spasi pembicaraan mereka setelah dokter mengatakan tentang vakum itu, mungkin bapak juga bingung apa maksud dokter, sama seperti diriku yang menguping diluar....

"ada sebuah alat yang kami punya, berupa penyedot kepala bayi, dengan tarikan menggunakan masing, mungkin alat ini bisa membantu bayinya untuk keluar"

"apa hal itu bisa membantu, dok??"

"kami sudah melakukan ini pada kasus yang sama sebelumnya, alhamdulillah, ada yang selamat, ada juga yang tidak"

"karena apa dok??"

"kebanyakan bayi yang divakum, sebagian besar sudah terminum cairan ketuban yang sifatnya racun untuk pertahanan tubuh bayi yang masih sensitif dan rendah, jadi itu yang menyebabkan ia tak dapat bertahan...., adapun yang selamat....

Pembicaraan dokter tersebut terhenti....

"kalaupun selamat, sangat beresiko mengalami kegagalan pertumbuhan dan perkembangan yang normal seperti anak-anak lainnya, dn resiko keterbelekangan mental dapt terjdi"

"Namun kami juga tak bisa diam saja pak, takutnya bayi akan terminum cairan ketuban terlalu banyak yang akan menyulitkan kami mengaspirasinya, dan ibu yang sudah tak mampu berkontraksi juga mengkhwatirkan kami"

"Lalu dok? yang terbaik seperti apa?" bapak sudh pasrah, akupun tak dpat menahan lelehan yang sudah sejak tadi membasahi pipiku....

"Kami tetap harus minta persetujuan bapak, untuk melakukan vakum, agar resikonya kelak juga sudah bisa bapak antisipasi"

"lakukan yang terbaik buat ibunya dan anakku dok"

"silahkan bapak tanda tangan"

Apa itu vakum, apa itu persetujuan, apa ekspresi bapak didalam, aku sudah menghilang dari pintu semenjak mendengar adikku kritis, air mata anak2 ini tk dapat dibendung, meski aku belum mengerti, aku tahu...ibu dan adikku sudah berjuang keras didalam sana untuk dapat melihat dunia....

Dokter itu kembali masuk didalam ruang persalinan, maskernya terpasang kembali,, ,sesaat kudengar suara seperti mesin genset alfa mart dpan rumahku berbunyi, apa itu mesin vakum adikku....


 15 menit kemudian,

Dokter keluar membawa adikku yang masih merah....
Bapak terburu2 menyusulnya, aku masuk ke kamar ibu, kuliahat ibu sudah tek berdaya, darah bertumpahan dilantai....para suster sibuk membersihkan dan merawat ibu yang sudah sempoyongan, aku menyusul bapak...

Kulihat adikku yang masih basah, dibantu dengan oksigen.....apa yang sebenarnya terjadi tuhan???apa semua ini???
Adikkku gemuk, badannya besar,,,dokter setengah mati mencubit badannya....hanya satu yang diinginkan orang-orang diruanagan itu.....
mendengarkan suara tangisan dan azan untuknya...

Tapi kawan, adikku tidak menangis, tidak seperti bayi yang kaget melihat dunia maka akan menangis keras...
Adikku diam saja....tali pusatnya sudah dipotong, ia diam saja....matanya tertutup, bibir kecilnya masih mengatup...

tak berapa lama setelahnya, masker oksigen dilepas....adikku dibungkus....

Innalilahi wa inna ilaihi raajiun....

"Maaf pak, kami sudah berusaha semampu kami, namun sepertinya tuhan lebih menyayanginya, ia terlalu banyak minum air ketuban....."

bapak belalu sedih ke kamar ibu, dokter juga..aku masih terbujur kaku depan manusia kecil yang sudah tak bernyawa itu..

"Dek, kau gagah sekali, badanmu bagus, gigimu juga sudah tumbuh...tapi...kenapa kau tak dapat tersenyum sama kakakmu ini??"

"Dek, sewaktu kau masih di perutnya ibu, tak pernahkah kau dengar aku ingin mengajakmu bermain lompat tali ketika kau besar nanti??"

"Dek, apa kau tak pernah mendengar aku ingin mengajarimu membuat dende bulan sabit di pasir lalu kita melompat bersama???

Tangisku pecah....

9 tahun kemudian,
Seminggu lalu, dosen maternitas ibu hasnah memberikan bahan diskusi kelompokku dengan judul "Kelahran Vakum Ekstraksi"

Dan aku membuat makalah itu sambil mengenang adikku

Aku hrus menjelaskan bahwa teknik vakum ekstraksi adlah metode darurat penyelematan bayi yang dapat dipakai agar ia dapat lahir,
Aku harus menjelaskan betapa perawat harus dapat meyakinkan pasien bahwa metode ini bisa digunakan tanpa resiko...
Dan aku harus menjelaskan, bahwa dengan metode ini semuanya akan baik-baik saja....

Tapi tuhan emang Maha penyayang, maha baik....
Kelompokku hanya disuruh mengumpul makalah, tidak untuk persentasi karena keterbatasan waktu...
dan aku.........
.....
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Seperti hari-hari kemarin,Tetap saja ada perasaan sedih yang menghantui relung hati Hamzah. Ayah berumur 29 tahun itu terlihat sering murung. Sedihnya Hamzah, bukan karena persoalan besar, bukan juga permasalahan ekonomi keluarga. Namun, kesedihannya karena satu pertanyaan yang dilontarkan pemateri ketika mengikuti acara Smart Parenting.


 ”Bagaimana caranya untuk mengetahui kalo anak berumur 1-5 tahun menyayangi orang tuanya” ?

Ya, pertanyaan itulah yang manjadi beban pikiran dirinya saat ini. Meskipun juga Hamzah mengakui kalo dirinya bukanlah ayah yang baik. Marah adalah hal yang wajar terjadi. Namun, marah ketika terlihat oleh anak berusia 2 tahun adalah perkara yang berbahaya untuk perkembangan emosionalnya. Dan Hamzah mengakui hal itu. Mulai hari itu ia bertekad untuk menjadi ayah yang lebih baik lagi untuk anaknya. Mulai saat itu, setiap hari Hamzah pulang kantor dengan tergesa-gesa. Sebab hanya satu tujuannya. Bagaimana mendapatkan jawaban dari Ridwan anaknya ! Bermain dan bercengkerama dengan anaknya lebih lama adalah solusi yang tepat untuk mendapatkan jawaban kata ”Iya”. Hari itu Hamzah membeli bola berukuran besar. Lebih besar dari ukuran tubuh Ridwan. Mereka bermain lebih lama. Hamzah rela menjadi penjaga gawang yang berpura-pura jatuh ketika menangkap bola. Dan itu terjadi berulang-ulang hingga mengundang tawa Ridwan. Hingga mereka letih bermain. Hamzah mengajak Ridwan duduk sebentar. Hamzah mengambikan segelas air minum yang akan diminum berdua. Pikiran Hamzah, Ini saat yang tepat menanyakannya.

”Nak, Ridwan sayang sama abi ga ?”
Kali ini Ridwan menatap wajah Hamzah. Hamzah menanti…..tiba-tiba Ridwan berkata
”Abi, ayo main bola lagi !….
Hamzah terdiam, mungkin pertanyaan itu ditanyakan ketika suasana tidak tepat pikirnya.
Malam harinya, Hamzah membacakan buku ”Akhlaq Islami” kepada anaknya. Kali
ini Hamzah membacanya dengan sabar dan lebih lama dari biasanya. Malam itu 9 buku dibacanya sampai habis. Hingga ketika anaknya terlihat mengantuk, Hamzah berinisiatif untuk menyeka punggung Ridwan. Ketika usapan demi usapan dilakukannya, terbesit keingginan untuk menanyakan kepada anaknya
”Nak, Ridwan sayang ka sama abi?”…
Ridwan terdiam, ternyata Ridwan keburu tidur sebelum ditanya. Hmm….biarlah, mungkin ia letih bermain tadi siang. Sambil mengusap punggung, dipandanginya wajah anaknya.
Hamzah berkata di telingga anaknya.
”Nak, maafkan abi jika ternyata abi bukanlah ayah yang baik untukmu. Hingga engkau sulit mengatakan kata ”Iya”. Tapi biarlah, abi akan berusaha
menjadi ayah yang baik”.
Malam pun berlalu, tanpa jawaban yang diimpikannya….
Sepulang shalat subuh, dompetnya berserakan! Ridwan ternyata telah bangun ketika Hamzah ke masjid. Foto dan tanda pengenal berceceran kemana-mana. Dengan sabar Hamzah mengambilnya dan memperbaikinya kembali. Hamzah berkata ke anaknya
”Jangan dibuka dompet abi ya, disini banyak tanda pengenal yang penting. Nanti kalo hilang bagaimana ? ”
Ridwan mengangguk tanda setuju.
”Oke! Ayo kita toss dulu” kata Hamzah.
Dan Ridwan pun mengangkat dan membuka jarinya untuk toss dan tersenyum.
”Ok ummi, ayo berangkat” kata Hamzah.
Waktu menunjukkan pukul 06.50. eh,ternyata Ridwan tak mau ganti baju. Bajunya yang dipake tidur tidak mau digantinya. Baju 49 bermotif mobil traktor dengan saku di depan itu terlihat kumal. Tapi Ridwan tetap tak mau ganti baju. Bahkan sampai menangis ketika bajunya mau dilepas. Karena takut terlambat ke kantor, maka biarlah Ridwan tidak mandi dan tak mau ganti baju. Sore itu, Hamzah pulang tak lagi tergesa-gesa. Toh Ridwan tak menunjukkan itikad mengucapkan kata-kata ”Iya” untuk dirinya. Maka kali ini Hamzah melakukan aktivitas seperti biasa. Menjemput Ridwan di rumah nenek yang ternyata memakai baju yang sama
dengan baju tadi pagi.
Kata nenek  ”Ridwan ngak mau ganti baju, dia jingkar ( Menangis hebat ) kalo bajunya mau dilepas”
Malam itu Hamzah tak ingin bermain bola bersama anaknya. Hamzah menggiring Ridwan untuk tidur lebih awal. Maka diiringilah tidur Ridwan dengan tilawah.Setelah terlelap tidur. Hamzah meminta istrinya untuk mengganti baju Ridwan yang kumal karena besok pagi giliran Hamzah yang mencuci baju. Sepulang shalat subuh, Ridwan belum bangun. Tumpukan baju satu persatu dicucinya. Hingga tiba pada baju bermotif traktor Ridwan. Baju yang dipake seharian. Ketika mencuci, Hamzah menemukan foto 4×6 dirinya di saku baju Ridwan…Dan hal itulah yang membuat Ridwan tersenyum dan berkata dalam hati

”Tak usahlah engkau berkata ”Iya” Nak.
Abi sudah tahu jawabannya”……




Anak-anak Belajar Dari Kehidupannya
jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan toleransi ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dorongan ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan pujian ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan sebaik-baik perlakuan ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dukungan ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan kasih sayang dan persahabatan ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya (dorothy law nolie) 


“Bukan termasuk umatku orang yang tidak menghormati yang tua dan tidak
menyayangi yang kecil ,” kata Rasulullah saw.
Ibnu Abbas r.a. berkata, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Ajarlah, permudahlah dan jangan persulit! Gembirakanlah dan jangan takut-takuti! Jika salah seorang dari kalian marah hendaklah berdiam diri!” (H.R. Ahmad dan Bukhari)
Rasulullah Saw bersabda: ’Barangsiapa yang mendapat ujian atau menderita karena mengurus anak-anaknya, kemudian ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anaknya akan menjadi penghalang baginya dari siksa neraka. (HR Bukhari, Muslim, dan At Turmudzi).
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Kampus, 25 Oktober 2011

Hmm,
Sekitar 9 tahun yang lalu....
Saat umurku beranjak 11 tahun...
Aku masih duduk di bangku manja SD yang membuatku setiap hari girang bermain lompat tali bersama teman sepermainanku dahulu....
Waktu itu aku belum mengenal air mata dalah sebuah saksi bisu dan tanda ketulusan...
Aku hanya tahu air mata adalah imbas dari luka di lututku yang berdarah karena lompat-lompat...
Aku hanya ingat air mata adalah imbas dari sholat subuhku yang kurang cukup rakaatnya karena tak bisa menahan kantuk karena habis-habisan dimarahi bapak...
Aku hanya tau air mata adalah imbas atas nilai-nilai raporku yang jelek dan karena tulisan indahku yang disuruh ulang terus menerus....

Tapi waktu itu, entah bulan berapa...akupun sudah tak ingat tanggalnya...
Aku pulang dari sekolah dengan dahi setengah merah, setengahnya lagi hitam..
Ibu menyambutku dengan senyum merona....

Aku tak tahu apa yang sedang membuatnya begitu gembira....
"Nurul, bagaimanji pelajaranmu disekolah nak??, bagus2ji nilai tugasmu??"
"Iye, bagusji..."
"Senangjeko lagi kalo punya adik baru??"ibuku sudah tak sabar membagi kebahagiaannya...
"Hamilki ibu???"
"mmmm....."

Jujur kawand, waktu itu..aku kurang begitu senang bila adikku harus bertmabah lagi, karena adikku yang sebelumnya msih kecil-kecil dan nakal, merepotkan pulaa....selain itu, akupun harus berbagi segala sesuatu dengan mereka, tidak semerdeka ketika aku masih 2 orang dengan kakakqu sewaktu mengajarinya bicara dengan aku yang lebih duluan darinya....

 "Pasti kelak laki-laki"
Aku sudah bisa menduganya kawand, karena aku adalah orang yang harusnya bersyukur karena persaudaraanku selang-seling..jadi aku bisa menduga kuat bahwa kelak adikku laki-laki...
Ibu masih dengan meronanya...aku hanya tersenyum tipis...

9 bulan berlalu...
Aku sampai bersama bapak beserta ketiga saudaraku yang lain dirumah bersalin nur ihsan dengan ibuku yang sudah merintih, ya Allah....aemoga semuanya baik-baik saja...

Waktu itu malam, sekitar pukul 9, aku sudah berabjak kerumah saki, namun semangat menantikan kelahiran adik baru ini harus terhapus begitu saja dengan ucapan bidan pasrah itu....
"Maaf bu, persalinannya tidak bisa di lakukan disini..ibu harus dirujuk ke sungguminasa, alat kami kurang lengkap"

Bersegera kami semua menggiring ibu kerumah sakit rujukan itu...
Sudah pukul 12 malam,
Ibu masih di ruang bersalin....
Aku tak bisa mendengar rintihannya....

Tiba2 dokter keluar, dengan stetoskop yang menggantung di lehernya, dan masker serta handscoon yang masih terpasang di wajah dan tangannya...
Ia membawa sebuah surat beberapa lembar.....

***To Be Continue.....
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Kuinginkan kau datang kali ini, dengan sejuta senyum sarat makna, menghias kalbu yang sesak, menentramkan wajah yang berkerut, serta dahi yang tak lagi mengakrabi alis.
Ah, kau emang berarti…untuk setiap makhluk yang mencintaimu…kali ini adalah sebuah pertemuan, pertemuan yang sebelumnya menyisakan tangis, namun tawapun kadang terselip dibalik rangkaian katamu yang bergemuruh.
Kutahu kau tak lagi seperti dulu, sewaktu angin bersama-sama menggugurkan daun dibalik diam dan tundukmu, kuingat jelas…ketika tanganmu bergerak menggoreskan pena untukku, sebagai tanda bahwa kau memang ingin bermakna.
Apakah kali ini kita akan bertemu? Disaat sejuta kenangan itu masih kusimpan manis dalam benakku, kenangan yang masih menyisakan rintik hujan ditempat itu, ditempat aku melihat bahwa kelopakmu tak lagi kuning langsat.
Ah…apakah alismu masih mengakrabi kelopakmu yang menghitam, dada yang kurus dulu apa sudah sedikit kembung dan bidang….
Kuharap kali ini berarti, berarti yang menyisakan tangis bahagia di antara kita, tidak menyimpan dendam dan air mata, ataupun perasaan yang tak pantas

 Kau bahkan bertanya apakah aku masih menyimpan rasa itu?
Kali ini aku harus mengiyakan, bahkan tak bisa kupungkiri bahwa rasa itu tidak seperti manisnya gula-gula yang kita lihat sama-sama waktu itu, tidak semanis gula pasir yang dimasukkan kedalam teh untuk membuat kita kuat kembali…
Rasa itu pahit, masuk dilambung terus ke hatiku, meski tak pernah bisa hilang malah makin dalam dan terasa, kutahu kau lebih memilihnya, kutahu dia yang terbaik untukmu, tapi kaupun tak bisa memaksaku menelan kopi pahit yang berujung manis…
Kuharap kali ini berarti, melihat senyummu yang pudar, serta alis yang tetap mengakrabi kelopakmu yang Nampak menghitam…
Setidaknya kau bertanya satu hal “Baikkah kau tanpaku??”
Ah, tidak kali ini aku tak ingin bersaudara dengan maaf, jatahmu sudah lama habis, kau harus berbuat sesuatu yang pasti….
Pasti bisa buatku tersenyum…
Pasti bisa buatku merasa yang terbaik….
Dan pasti membuatku tidak menyesal…
Serta menginginkan hari itu terulang lagi….
Meski hanya dengan pesan selamat tinggal, untuk dapat melihatmu datang dan kembali ke tempat yang sama….
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Ingatkah kau siang itu..ketika kita berbicara bahwa sebentar lagi dunia akan jadi garis tangan kita..
bahwa walaupun kita jauh, kita akan tetap saling menunggu...
Kita akan saling memberikan catatan kita tentang apa yang kita rasa, dengar selama kita berpisah...


Kau bahkan mengajarku utnuk percaya padamu satu-satunya dan kau bilang kau akan membawa bintang untukku...



 bintang yang sama-sama kita intip setiap malam dibalik gorden kamar kita masing-masing....
Tahukah kau? sekarang bintang itu sudah jatuh....
Aku menjaganya tiap malam bahkan dengan mata sayu, agar kelak...
kelak...
kelakk...
Bintang itu akan jatuh ditangankuu...

Namun kau datang mengatakan bahwa kaulah yang akan membawakannya....
kau akan setia diterpa panas, dihujan malam, dibekukan dingin demi menantikan bintang itu...

Tapi.tapi......
aku dengan mata terbekuk bahkan melihatmu tidak membawa bintangnya untukku....
katamu akan ada bintang berikutnya.....
tapi kau bahkan membawanya untuk orang lain...
untuk orang yang diam-diam mnyimpan senyumnya dibalik bantalmu dan di selipan buku bacaanmu...

Sekarang.sekarang.sekarang....
Kau bahkan mengucap janji yang sama ....
tapi.tapi....
aku rasa tak usah ada bintang untukku....
aku kini tak suka lagi bintang....
aku ingin kau membawanya saja pergi....
pergi.pergi......
aku lebih suka kau genggam bintang itu bersamanya.....
karena akuuu...
aku,,,,
aku tidak diciptakan dari tumpuan kata maaf.
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Hidup terlalu INDAH untuk kau permainkan dengan kata-kata. .

Sadarkah, tuhan sudah menciptakan semuanya begitu sempurna dan begitu otomatis

Jika kau sehat, maka akan ada keluargamu yg tersenyum bangga, karena yang tersirat di benak mereka adalah kau akan mewujudkan impian setengah batang mereka untuk menjadikannya sebuah batang....

Jika kau sakit, maka seorang dokter yang tengah mengunyah makanannya yang cuma sekali sehari sehabis penat shift dirumah sakit akan buru-buru menghabiskannya kmudian pamit kepada keluarganya untuk kembali kerumah sakit mengobatimu....
Seorang perawat yang mestinya tidur buat mencukupi waktu istrahatnya harus terlelap di meja tamu kamarmu untuk jaga2 jangan sampai kau kehabisan cairan.....
Beberapa keluargamu akan was-was dan merasa kehilangan karena kini sosokmu sudah terbaring lemah...
Meski semua itu terkesan menyusahkan, tak pernah sedikitpun akan terlintas untuk menyia-nyiakanmu ......everything, asal kamu sembuh....
Jika kau kaya, kau akan hidup dgn nikmat tanpa pernah susah. .kau dapat membeli apapun, aku dapat membantu orang yang tak mampu,
Jika kau miskin, kau akan terbiasa mensyukuri apa adanya. .menikmati hdup dengan terbatas, tapi terbatas itulah yang membuatmu merasakan pahit manis kehidupan....



Masih mau tau fakta kecil yang kadang kau abaikan???
Kau bahkan punya mata untuk melihat, telinga untuk mndngar, tangan menggenggam dan kakimu melangkah,
tak puas dngan itu?
kau msh pux mulut untk bcra, suara untk d.knal, hati untk mrasa, jantung untk brdtak, kau msh pux akal untk brpkir. .
Kau punya banyak orang yang menyayangimu, kau punya teman yang mensupportmu...

Tapi, kenapa ketika kau baru sedikit diuji oleh-nya...
Kau sudah putus asa...
dan merasa tak memiliki apapun....

Pernahkah kau memberikan sesuatu yang tulus kepada orang lain???
lalu kemudian orang itu hanya menaruhnya disembarang tempat, hanya menggunakannya sekali-kali, atau bahakan lebih parahnya jika ia tak suka ia akan langsung menginjak-nginjaknya dihadapanmu....
Bgaimana perasaanmu ketika itu???
Hancurkah???
Senangkah???
Gembirakah???
Trauma,
atau bahkan dendam...

Begitu juga dengan perasaan tuhan, saat nikmatnya yang begitu banyak hanya kau ratapi dengan pasrah akan kematian...
Dimana ikhtiar yang selama ini kau agung2kan???
Dimana ayat al-quran yang selama ini kau baca, bahkan kau hapalkan diantaranya??
Dimana ayat yang memrintahkan untuk tidak berputus asa terhadap kasih sayang Allah....

Kau belum pernah kerumah sakit....
Kau belum pernah melihat orang yang seluruh tubuhnya dialiri kabel penyambung hidup,
bahkan matanya sekali-kali tak pernah terbuka....
bahkan terancam tak terbuka untuk selamanya...
namun ia kadang meneteskan air mata dengan refleksnya,,,
apakah itu tidak pertanda bahwa ia belum melakukan apapun untuk orang-orang yang dia cintai, sebelum ia tahu kenyataan bahwa ia benar-benar harus pergi.....


Aku bahkan pernah sepakat bahwa jangan pernah merasa memiliki apapun, karena suatu saat ia akan pergi....
Tapi, apakah hanya untuk menjaga dirimu sendiri, kau bahkan merasa tak memilikinya....
Bahkan untuk masa depanmu, mengapa bisa kau perjuangkan begitu jauh, jika kau tak pernah merasa akan memilikinya???
Bagaimana bisa kau membantu setiap orang, jika kau tak merasa memiliki kasih sayang dari mereka???
Bagaimana bisa, kau membahagiakan kedua mataharimu, jika kau tak pernah merasa memiliki mereka???

Aku tak harus kau miliki,
Aku tak harus kau perjuangkan,
Aku tak minta sedikit waktumu untukku....

Tapi kau harus memiliki hidupmu sendiri, dimana kau telah harus membayarnya dengan rintihan dan tangis teriakan ibumu,
bukan dengan KATA-KATA....
Kau harus memiliki hidupmu, karena kau telah membayarnya dengan peluh bapakmu, bukan dengan KATA-KATA...
Kau harus memiliki hidupmu, karena kau membayarnya dengan Tangis dan harapan kecil saudara-saudaramu, bukan dengan KATA-KATA....
Ns. Kidah Adzkaaunnisa

Untuk seikat arloji yang mengikat tanganmu yang mulai lelah dan lusuh, kutahu bebanmu...kutahu pundakmu kadang rapuh ketika mengingat petuah ayah dan ibumu saat kau beranjak pergi....
aku terkadang benci pada WAKTU, waktu yang tetap membuatku menunggu dibalik layar ponsel tertera namamu meski hanya sekedar menyapa...

aahh..sayang..tidakkah kau lihat detiknya terus mlaju, hingga menit akan bernjak, waktu akan terbaca, hari esok pun akan kembali datang...tapi..sayang, kita masih begini, masih saja berusaha menjajaki pikiran kita masing-masing...

jangan kau ingat-ingat lagi hal yang telah berlalu..lupaan sayang..lupakan...
Tidakkah kau lihat aku terkadang emosi pada WAKTU, hingga aku menyimpannya dibalik bantal dan mimpiku...

tdakkah kau juga bisa seperti itu...aku ingin sayang, aku ingin....
Aku hanya ingin waktu kemudian watu datang dengan detakan arlojimu,

Untuk seikat arloji yang mengikat WAKTUmu....
tidakkah matahari pernah berjanji padamu ia akan terbit lagi keesokan hari??tidakkah bulan berjanji ia akan menyabitmu dimalam hari??tidakkah bintang pernah berjanji padamu ia akan gemerlapan agar matamu tetap bercahaya....

Ahh, aku terkadang benci waktu, krena ia sering membias senyumku, ia sering kali mmbuatku tak berarti apa2...karena ia dengan egoisnya berlalu sayang....ia tak pernah peduli aku masih belum melakukan ini dan itu, dan ia juga tak pernah memaafkanku ketika aku ceroboh....

Ingatkah kau sayang??ketika untuk menuntutmu untuk bkerja penuh??namun ia tak pernah sdikitpun mendengar alasanmu mengapa kau tak sukses hari itu???
Sayang, apa detak arlojimu bgitu kuat hingga aku bisa mendengarnya, aku mendengar ia bercerita bahwa hari ini kau sedang dilanda peluh, keringat tadi membasahi baju kaosmu, serta dadamu kian kurus....

Untuk seikat arloji yang mengikat lusuh tanganmu,,,
tahukah kau sayang, ketika WAKTU kebali membuka mataku di pagi hari, semua oarang mrasa bersmngat, merasa brkehendak, merasa berkuasa, tuntutan yang haru dipenuhi....ada orag yang tersnyu bangga karena mungkin saja hari itu adalah hari pertamanya bekerja di sebuah perusahaan, karna mungkin hari itu ia kan berjalan-jalan keliling negeri, krena mungkin hari itu ia akan dibelikan hape baru...

Tapi sayang, aku biasa merasa sedih..sedih karena kemarin tidak ada yang bisa kulakukan, tidak ada kebaikan dariku yang dapat membuat orang lain tersenyum, yang terkenang hanyalah mereka cuma mengenal aku sbagai saudara, hari itu aku kembali mengulangi keburukan, aku kmbali menginga tseluruh kesalahan orang lain padaku, aku kembali tak melatih diriku untuk memaafkan orang lain....aku tak kembali belajar tersenyum untuk setiap masalah yang kuhadapi...
Sayang, aku sungguh benci pada waktu....
karena ia tru membuatku hampir melupakanmu, melupakamu sbagai orang yang pernah mengajariku arti senyuman...

Sayang..sayang, meski kau tak nampak, meski kau tak ada dihadapanku, maukah kau mengajariuku arti WAKTU, maukah kau mengajariku menganggap detakannya sebagai kemajuan hidup....???

Ajari aku waktu, hingga waktu kan membuatku datang padamu karena KEBUTUHAN, bukan KEINGINAN...
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
kalian tertawa????
wkwkwkwkwkkk...
akupun akan tertawa membaca judul ini.....
yah....tenank...tenank pembaca yang budiman (layaknya sebuah tulisan di koran tribun....)qiqiqiqiqi...

yah...banyak hal yang terjadi dalam kehidupanku akhir-akhir ini, sehingga aku bisa menyimpulkan bahwa aku seperti di KHITBAH....hehehehe
tau gak apa arti khitbah....
yah, aku yang cuman tamatan pondok 6 tahun bukan seperti diantara kalian para pembaca yang mungkin melanjutkan pendidikan di jurusan agama atau syariat...bisa menyimpulkan, bahwa di khitbah adalah keadaan dimana seorang wanita dewasa seperti dijemput, ..(cie...cie...pake kereta kencana cinderella kapang...),,,
yah, banyak pendapat tentang khitbah ini, apalagi jika kita ingin menyangkutkannya dengan adat istiadat setempat.....
kerennya,,,arti khitbah sebenarnya keadaan seorang wanita dewasa yang akan diikat oleh sebuah tali halal (bukan tali rafia nah) yang memungkinkan bagi yang akan diikat itu kelak akn hidup bersama-sama, mengarungi kehidupan bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrahmah....(kayaknya sy sudah bisa buka tempat order undangan nikah ini)hheheheh

tau gak, tenang ...saya gak bakal buka merek,,,,,saaya sering melihat para gadis yang sudah dewasa yang punya ekhm...ekhm..., (apamitu) yah terserah kau mau bilang itu kekasih, tunangan, pacar, orang yang ditemani berkomitmen, atau calon tulang rusuk, calon tulang paha sekalian gak apa2, apapun bahasamu,,,,,atau yang lebih kerennya lagi ..."orang yang mau menunggu". qiqiqiqi, menunggu dalam artian apami tu de-eh, di stasiun kereta kapang....

jika si para annisa yang polos hatinya ini mendapat telfon dari rijla-rijal dari nun jauh disana, maka diagnosa-diagnosa yang sering muncul adalah....

1. Nyeri Hepar b/d (berhubungan dengan) kesibukan si dia sehingga sekian lama baru muncul kontaknya incoming call dilayar HP ditandai dengan si annisa pertama-tama akan pura-pura ngambek, gak mau angkat telfon lama-lama tapi ujung2nya angkat, suara-suara lebay binti manja akan muncul sebagai tanda kerinduan bede,,,qiqiqiqi

2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d si dia yang terlalu sibuk sampai lupa makan, sampai-sampai si annisa juga gak punya nafsu makan kalo yang disana katanya belum makan (gubrakkkkkk) yang di tandai dengan bibir yang mulai pucat, perut yang lapar tapi ditahan supaya menunjukkan kesetiaan katanya (kesetiaan lambung mengelurkan asam berelbih karena tidak adanya pasokan makanan yang dapat menyebabkan gastritis alias mag maksudnya?????ckckckck)


3. Gangguan pola tidur b/d nelfon tengah malam, kata2 gombal dari si dia yang bikin hati beranting-ranting (bukan berbunga-bunga ) heheh yang ditandai dengan kemauan untuk berbicara meski sudah ngantuk yang katanya gak bisa tidur atau insomnia kalo gak dengar suara si dia, menguap sekali sekali karena tak tahan menahan kantuk saking tak ingin mengecewakan si dia yang cuma nelfon sekali kali,.....

Nah, diagnosa-diagnosa ini akan muncul di hati para annisa yang merasa dirinya sudah dikhitbah, mau di khitbah dalam artian resmi atau belum, terserah,.,,,yang jelas penampakan-penampakan seperti ini akan tidak asing lagi muncul di bayangan sklera mata....




jika mereka merasakan hal demikian, wajarlah...tapi bagaimana dengan seseorang yang sama sekali tidak punya si dia untuk ditemani telfonan, atau mungkin calon yang betul resmi sudah mengkhitbah, tapi merasa sudah dikhitbah....
wah..wah sepertinya ini betul2 diagnosa narsitis yang melanda....
Tak usah jauh2 ambil contoh,,,,dirikulah sepertinya.....

Praktik selama 3 minggu dirumah sakit, membuatku seperti merasa dikhitabah kawand.....dan cinta sebelum dikhitbah ini akan bersemi di dinas malam., wkwkwkwk....
yah, jadi perawat emang tak semudah membalikkan telapak jari,,,,heheheh...yang namanya keselamatan seorang manusia diatas segala-galanya, tak perduli itu adalah waktu makanmu, waktu tidurmu, waktu belajarmu, ada telfon dari orang tuamu, atau mungkin singkatnya dari orang yaang betul-betul mengkhitbahmu....

Tahukah kau kawand, mungkin tepatnya berapa malam minggu yang lalu, atau bahkan malam minggu esok, kau akan merencanakan kau harus pergi kemana untuk menghilangkan penat, kau akan pergi kemana untuk menghabisakn malam, kau akan menghabiskan uang seberapa untuk belanja....
mungkin hari ini, di tempat dudukmu, kau akan memikirkan apalagi yang hendak kau lakukan, kau akan memikirkan bagaimana menjawab ujianmu keesokan hari agar nilaimu bagus, kau akan memikirkan jam berapa kau harus tidur agar keesokan hari kau terlihat lebih fit dan segar.....
Hari ini, kau akan memikirkan liburan semester depan kau akan pergi kemana, kau akan memikirkan hari apa kau akan pulang kampung untuk bertemu dengan keluargamu, berapa lama kau akan menghabiskan waktumu disana, ......

TAPI, pernahkah kau memikirkan keadaan orang-orang yang menjadi pasien di rumah sakit....
jangankan untuk liburan, pulang kampung, bersenang-senang, menghilangkan penat, bergembira, belajar untuk menjawab ujian, pikiran mereka sangat jauh dari hal-hal seperti itu, bahakan tak ada pikiran kesana....

yang mereka pikirkan apakah sedetik kemudian mereka masih bisa bernafas, apakah sejam kemudian, jantung mereka masih bisa berfungsi, apakah sehari kemudian mereka masih memiliki nyawa.....
dan,,,,,hal-hal seperti ini yang akan mengkhitbahmu untuk tetap berada disamping mereka.....
anggap saja aku datang kerumah sakit untuk dinas malam.....
"Dek, ganti dulu sepreinya pasien kamar segini"
"dek, ganti dulu cairannya pasien kamar segini"
"dek, injeksikan dulu obatnya pasien kamar segini"
"dek, pasang dulu infusnya pasien kamar segini"
"dek, kesakitan pasienmu dikamar segini, pergiko dulu liatki"
"dek, sesak nafas pasienmu dikamar segini, pasangkan dulu oksigen"
"dek, berdaarah infusnya pasienmu dikamar segini, tangani dulu itu"
"dek, tersumbat cairan infusnyaa pasienmu dikamar segini, pergiko dulu tangani"
"dek, kesakitan pasienmu karena dipasangi kateter, pergiko dulu perbaiki kateternya"
"dek, ingat jangko terlalu lelap tidur, ada injeksinya pasienmu jam 1, jam 3, jam 4, jam 6"
"dek, ganti perbannya  pasien yang di ortopedi dikamar segini, yang luka di kamar segini"

Hal itu terus yang berulang-ulang, itu terus,,,,,dan kau juga akan terus mendengar pasienmu merintih,
"Sus, sakit sekali kasiaaaannnnn...."
"Sus, berdarah infusku kasian...bagaimanami ini"
"Sus, habis cairanku, naikmi darahku di selang...."
"Sus, anakku sesak nafas....bagaimana ini???"
"Sus, kejang2 anakku,,,,naik matanya, gimana ini???"
"Sus, anakku menangis terus karena sakit tangannya di infus...."





sampai-sampai suatu hari kau akan mendengar.....
"Sus, janganmi di infus lagi anakku, janganmi disuntik, takut-takutka liatki menangis terus...."
"Sus, lepasmi selang di hidungku....sakit leherku kurasa...."

Bisakah kau tidur dengan situasi seperti itu??
Bisakah kau mimpi indah ketika ada pasienmu yang merintih....
Adakah nafsu makanmu ketika pasienmu meninggal.......

Dan, bukan tunangan, bukan pacar, bukan kekasih yang membuatku terpesona hingga tak ada nafsu makan, hingga tak bisa tidur,,,,
Tapi......hanya karena tak ingin meninggalkan mereka disamping malaikat maut yang juga tidur disamping mereka....
Kau tak akan pernah berpikir kau akan pergi ke tempat yang lain,
kau tak terpikir untuk merencanakan liburan kemana, menghilangkan penat dimana
bahkan kau tak pernah berpikir nilaimu dikampus sudah beres atau belum.....

Dan diagnosa resiko tinggi sakit hati akan muncul pada dirimu yang berhubungan dengan ketika kau menasihati orang-orang disekitarmu yang masih sehat, yang tidak dalam keadaan terancam oleh bakteri atau virus manapun untuk memperbaiki pola hidupnya, menjaga kesehatannya.....
tapi mereka hanya menjawab dengan santai....
"Biasa, anak muda...."
"Gak usah terlalu serius, nikmati saja hidupmu...."
"Ah, gak apa2 kok,,,,sekali-kali kan tidak apa2...."
"Resiko kuliah di kesehatan, banyak pantangannya....."

Ingin sekali mengecam orang-orang seperti ini, bahkan ingin sekali menampar.....dan bahkan memukulnya dengan sekuat tenaga, hanya untuk menyadarkan, bahwa ketika mereka sakit dan lemah, yang mereka korbankan bukan hanya diri mereka, tapi juga kami......untuk bertarung dengan bakteri dan virus yang mereka cari sendiri, bahkan tak peduli dengan diri kami sendiri, sehingga kami betul-betul TERKHITBAH......

Tolong, jangan khitbah aku sebelum waktunya!
:)
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Tenang, aku tidak mengopas dari karya tere liye yang berjudul daun yang jatuh tak pernah membenci angin......
tapi aku memodifikasi menjadi daun yang basah tak pernah membenci hujan....


 Tahukah kau hujan?pasti kau tahu, karena sekarang sedang musim hujan, maka kau akan menjadi korban basahnya ketika kau tak punya senjata seperti payung besar, jas hujan, ataupun mentel tebal yang melindungimu...
Hujan, kau tahu dia begitu egois bukan? dia pernah hampir membuatku terlambat dinas di rumah sakit berapa minggu lalu hanya untuk menunggunya reda, dia...Hujan, tak perduli kau punya urusan apa, tak perduli kau seorang presiden, atau pejabat TERAS yang suka duduk di teras....(hahahaha), tak perduli kau adalah selebritis korupsi wisma atlet seperti M.Nazaruddin dan Anggelina Sondakh, tak perduli kau adalah pengantin baru ussy dan andhika, dia akan tetap membasahimu ketika dia diperintah untuk turun, dia sangat patuh, bukan???

beberapa hari lalu, tepat selesai respon di rumah sakit, aku berjalan senang di pelataran rumah sakit disamping guntur yang berteriak di telingaku, angkot ada di seberang, aku tahu aku harus menyeberang untuk dapat pulang, kunikmati memakai baju seragam untuk yang terakhir kali, karena waktu dinas sudah selesai, seblum masuk gerbang, kaos kakiku terpaksa kulepas agar tidak melembabkan kakiku, aku berjalan dengan sepatu plastik yang kubawa di tas....untung saja sepatu plastik ini belum lusuh sama sekali ,,,,,

Guntur masih memekik keras, kupercepat langkah...kuharap dapat tiba di angkot sebelum hujan mengguyur, malangnya....hujan tak mau mengalah, ia tiba2 saja mengucur deras, padahal ia tak tahu kondisiku yang tak membawa pelindung apapun., meski hanya sekedar jaket untuk melindungi kepala, nihil sama sekali....

Aku bingung bukan kepalang, tasku saat ini tak bisa kujadikan korban basah, banyak laporan penting didalamnya, kerudungku yang tipis ditambah seragam putih pasti tak dapat berkomproni dengan air yang mengucur.....

Kuputuskan untuk lebih mengorbankan tas melindungi kepalaku, mudah2an saja map laporanku di dalam bisa membantu melindunginya, aku tak mungkin lari keseberang, kuputuskan berlindung di penjual buah....

Kulihat jalan masih ramai, angkot tak ada yang mau berhenti meski melihatku menanti....aku berteduh tepat disamping pohon jeruk kecil yang belum berbuah....

Kulihat beberapa penjenguk RS menyusulku berteduh disitu, namun tak lama kemudian, ia menyewa becak menjemputnya mengantar naik ke angkot, ku cek sakuku.....huah, malangnya....aku tak dapat mewarisi ide penjenguk yang tak sabar menunggu itu, uangku hanya untuk membeli roti diseberang dan angkot pulang, terpaksa aku ditinggal sendiri...

Mataku tertuju pada pohon., daun....daun jeruk kecil....aku suka sekali daun, dia berawarna hijau tua, jika tiba saatnya layu ia akan menguning, luar biasa daun ini, meskipun hujan dan angin kencang membiasnya.....ia merunduk dan kembali tegak, tak perduli hujan begitu dan makin deras, dan tak perduli dengan aku yang juga berteduh disampingnya.....

Mentalku kalah telak dengan daun, aku yang membenci hujan yang selalu menghalangi aktivitas dan membas
ahi seragamku, tidak demikian dengan daun, ia sadar,,,suatu hari akan tiba waktunya untuk jatuh ketika mulai rapuh dan menguning, ia tak perduli dengan ancaman hujan, badai, petir yang memekak, ataupun angin puting makassar, ia tak perduli dengan sogokan dan suapan mereka, malahan daun dengan cerdas menipunya, pura-pura menunduk dan kembali tegak ketika hujan sampai menerobos aspal

begitulah kau, kau seperti hujan, dan aku mengibaratkan diriku daun...kau juga seperti pasien anak yang kurawat di rumah sakit, pasien yang egois,,,tak perduli apa, siapa, dan apa tujuan kami datang kekamarnya....asal dia melihat yang berpakaian putih, ia akan langsung menangis keras, membangunkan anak2 lain yang juga ikut2an membenci kami...padahal kami datang hanya untuk memperbaiki sepreinya, membersihkan mejanya, ataupun memberinya obat intra vena, kami hanya datang untuk mengganti cairannya, tapi mereka tetap menangis keras, dan melihat anaknya menangis tentu saja seorang ibu yang menjaganya tak akan tinggal diam, dia akan mengawasi kami jangan sampai salah tusuk, dan meminta dengan keras agar anaknya di lepas infusnya....padahal kami tahu, kami juga pernah anak2 dan kami akan selalu menjaga perasaan mereka, anak-anak....

Kau, bahkan lebih egois dari anak2 dan hujan sekalipun, sekalipun aku seperti daun yang pura-pura merunduk dan kembali tegak, meskipun berusaha keras untuk menjalin hubungan baik denganmu, menjaga perasaanmu, bahkan kugadaikan perasaanku untuk membeli perasaanmu, kau tetap begitu, dingin seperti biasa, dan tak dapat menjawab apa2...

aku sudah bilang, aku bukan edward cullen yang dapat membaca pikiran orang, namun kau bilang aku bella swan yang pikirannya terlalu jauh dan tak dapat dibaca, bilang saja satu kata, jawab saja satu kata, maka aku akan mengerti....

Apa susahnya ngomong, memang tidak susah......kau memberi ijin bicara, namun kau sama sekali tak memberi kesempatan untukku bilang satu kata.....kau, seperti anak2...yang tetap memberiku ijin untuk memberinya obat, tapi tetap menangis karena kesal melihatku.....

Kenapa?aku harus menasihatimu, menjelaskan supaya kau paham, dan kau kembali menarik diri karena merasa bersalah, dan jawabannya kembali satu, kau diam dan aku tak dapat jawaban apa2.....

Lalu menurut hujan, apa yang harus dilakukan...agar ia tak kembali melihat daun yang pura2 merunduk dan kembali tegak????

tapi hujan memang egois...ia akan tetap membasahi daun, karena kepatuhannya padaa ilahi, karena ia mengira, daun seperti biasa, akan tetap mengerti dengan hujan yang memang tabiatnya seperti itu....

Jika hujan terus turun di usia daun yang makin tua, maka hujan juga kelamaan akan menyerah, ia jatuh tersungkur, diterpa kendaraan dan terbang entah kemana, ikut menjadi debu yang diinjak....

dan itu juga sama, seperti kau membunuhku perlahan tapi pasti....tapi, tenang saja, aku tak menolak, tapi malah meyarankanmu sebagai hujan untuk lebih mengucur dengan deras agar aku langsung jatuh,....

Sayang sekali, aku berharap daun membenci hujan sepertiku membencinya,,,,daun dengan segala kerendahan hatinya tak pernah mengaku membenci hujan, tak pernah mewasiatkan pada seribu daun muda berikutnya untuk menganiaya hujan karena telah membunuh nenek moyangnya, tapi ia malah menyarankan untuk tetap berdiri tegar dan tegak, mengahadapi hujan, menjadikaannya saahabaat sehati, sampai waktunya untuk menguning dengan hujan yang kembali membunuhnya.....

Dan Aku, juga belajar menjadi daun, karena aku mencintai ilahi yang menurunkan hujan.....
Ns. Kidah Adzkaaunnisa
Hoi..hoi....
Mauka berbagi ilmu pemirsa...
hehehe

Merasa beruntung dah dapat ilmu disini...
and makin yakin bahwa rencana tuhan emanglah indah...

Pemirsa....
Iyee......

heheheh

Tapi sebelumnya jangan ada yang pandang enteng nah...
mauja berbagi tentang illmu PP yang kudapat...
dan dikalau ada disekitar kalian yang terjadi seperti ini....
maka segera tolong...

PP it means PERTOLONGAN PERTAMA....
dalam bahasa inggris disebut "First Aid"

tapi kali ini PP yang mau saya bagi bukan PP yang biasa...
PP saat menemukan ada orang yang terputus bagian tubuhnya....
exp:jari, lengan, tungkai, dll...
Mungkin saja dapat terjadi karena berbagai hal, misal berkelahi, tawuran, demo, atau pada saat olahraga berat seperti balapan motor, mobil, sepak bola, futsal, atau berkelahi hanya krena satu cewe, dlll....dah...


Nah, kalo menemukan yang seperti ini...
jangan panik....
apalagi misalnya kejadiannya di tempat terpencil atau awam...

Pertama, pastikan ia masih hidup....sambil liat jam tanganmu (kalo ada), kalo gak ada liat jam HP (KALO GAK ADA, MENDING KE LAUTMI JADI TUDE....heheheh)
nah, apa hub.nya dengan jam tangan???baca aja deh....

Periksa ABC (Airway, breathing, circulation)
Airway itu jalan nafas....
breathing itu pola nafas...
Circulation itu pertukaran gasnya....
Kalo yang ini dah beres, baru lanjut yang kedua....
kalo belum.....berikan bantuan pernafasan....

Kedua, perbaiki posisi tubuh....
periksa cedera yang ada....
dan yang mana paling utama buat ditangani....

Jika ada salah satu bagian tubuh yang terputus....
maka cepatlah cari batu es sebanyak-banyaknya, seperi es kristal..kalo gak ada bisa juga es batu biasa, ...
trus bungkus es kristalnya dengan kantung plastik...



Trus ambil bagian yang terputus dengan hati-hati dan steril (gunkan handscoon kalo ada), taruh diatas bungkusan es tadi....

Sesambillll.....
jangan lupa atasi dulu rasa cemas penderita,,,,
sambil pastikan ia merasa tenang...
dan mengevaluasi bagian lainnya yang dirasakan sakit....

Sebelum itu juga...
kalian telah terlebih dahulu menghubungi RS terdekat, atau ambulans...
tapi yang pastinya ambulans tidak akan langsung ada di tempat....
maka kalian yang lakukan PP....

Setelah itu, jika kalian tidak punya peralatan P3K, bawalah penderita ke rumah terdekat...
untuk dibebat lukanya....
supaya tidak terjadi pendarahan terus menerus yang dapat menyebabkan dehidrasi dan pasien menjadi syhok dan kolaps...

nah, apa gunanya jam tangan???
untuk memastikan kalian memberi pertolongan TIDAK LEBIH DARI 4 JAM.....
jika lebih, maka tidak bisa disambung lagi.....what ever....

Makanya jika mendapatkan kejadian seperti ini di tempat yang kurang akses.....
jangan diam saja....
Tunggu orang lain yang lebih ahli....
ataupun menunggu sejenisnya datang(alasan non muhrim)....jika kalian berbeda dengannya....

Karena setahu saya, NAFAS BELUM ADA PABRIKNYA......
dan SATU DETIK adalah nyawa...
maka tolonglah semampu kalian....
Allah pasti ngerti kok!!!!!